At Least TRY!!!!

Gue punya seorang sahabat yang sudah gue kenal sejak dari gue SMP. Dulu waktu di SMP, termasuk temen-temen nakal gue. Hehehehhe. Dia cerita bahwa beberapa hari sebelum dia menikah, dia memutuskan untuk membatalkan pernikahannya. Alasannya? Dia juga nggak tau. Pokoknya ya dia mau batalin aja. Dah nggak mau menikah lagi. Undangan sudah tersebar, persiapan sudah 98%. Tapi setelah di ketemukan dengan calon istrinya, plus rayuan pulau kelapa dari om om nya, dia pun jadi menikah sama calon istrinya, di hari yang sudah di tentukan.

Kemarin saat dia menceritakan kisah ini, dia bilang sama gue, bahwa untung hari itu dia jadi menikahi istrinya. Karena dia nggak tau apa jadinya kalau nggak. Ternyata, istrinya itu adalah wanita terbaik yang pernah dia temui. Gue tanya dari mana dia tau itu, maka mulailah kisah baru yang kemudian jadi inspirasi tulisan gue ini.




Beberapa tahun setelah lulus, temen gue membangun usaha mebel dengan workshop yang cukup besar dan pegawai banyak. Usaha yang terbilang sukses itupun harus ditutup karena satu dan lain hal. Temen gue jadi pengangguran selama 2 tahun. Hanya menghabiskan uang tabungan mereka dan tidak menghasilkan sama sekali. Nah di saat itulah dia tau bahwa istrinya adalah wanita terbaik untuk dia.
Temen gue bilang bahwa mungkin kalau dia menikahi perempuan lain, sudah di cerai kali sama perempuan itu. Bagaimana nggak, bisanya hanya menghabiskan tidak menghasilkan. Tapi istri temen gue ini, nggak hanya mensupport menyemangati temen gue untuk mencari pekerjaan baru, dia juga menyerahkan uang yang disisihkan sebagai tabungan untuk anak-anak mereka, dan menyuruh temen gue liburan ke BALI untuk cuci otak dan cari semangat baru. Syaratnya Cuma 1, jangan main perempuan lain.


sahabat gue dan wanita terhebat dalam hidupnya

Akhirnya pergilah temen gue ke BALI dan stay disana selama 3 minggu. And you know what, it works. Temen gue bangkit dari keterpurukannya itu, dan sekarang sudah kembali punya usaha coffee shop yang cozzy banget dan semakin lama semakin berkembang. Usaha mebelnya pun mulai di jalankan lagi pelan-pelan.

their babies... Super cuteeeee...
Sometimes in life, we have to choose the hardest choice, cause that’s the right thing to do, or maybe that’s the best choice no matter how hard it seems.
Sama seperti saat teman gue memutuskan untuk tetap menikah, pasti saat itu dia dipenuhi dengan keraguan dan mungkin sedikit ketakutan tentang apa yang akan terjadi didepannya. Tapi ya itu lah, kita memang nggak tau apa yang akan terjadi, will it be bad or will it be good. Tapi gini loh, ya memang sudah dari sananya kita nggak akan pernah tau masa depan. Dan kita ga akan pernah tau kalau kita nggak cari tau. Memang ada kemungkinan, akibat dari keputusan kita akan menghasilkan kejadian yang paling buruk dalam hidup kita, tapi tetep ada kemungkinan juga bahwa itu akan menjadi moment yang paling indah dan bermakna dalam hidup kita. We will never know, till we try it.



Jadi mulai sekarang jangan pernah takut memutuskan, untuk memulai cinta dengan gebetan yang dah tahunan di gebet, atau untuk menikah dengan pacar kita yang sudah bertahun-tahun kita pacari atau mungkin yang baru kita kenal 2 bulan, atau memutuskan hubungan dengan pasangan yang tukang bohong, tukang pukul, tukang berhianat dan tukang tukang lainnya, cause that could be the start of your bright new and happy life..... . Have no fear.
Listen to your heart, cause it whispers. Open your eyes, cause the signs are everywhere.....