Even Hercules Cry...

Kadang berharap, menjadi seseorang yang mudah mengeluarkan air mata. Supaya hati ini ga perlu menanggung bebannya sendiri terus. :)

Nggak pernah merasa terbeban, sama sekali, untuk mendengarkan curhatan tentang masalah teman-teman. Bahkan tersanjung bisa dipercaya. Well guys I'm all ears... :)

Cuma terkadang, yang bingung, saat diri sendiri yang berbeban, saat diri sendiri yang di hina, saat diri sendiri yang beramarah, musti lari kemana. :)

Bukan nggak percaya teman-teman adalah pendengar yang baik, tapi sepertinya memang diri ini yang bukan pembicara yang baik menyangkut hati sendiri yang lara.. :)

Seandainya saja, mata ini memproduksi air lebih banyak, mungkin ga seberat ini. :)

Mendapat nasihat bagus sekali beberapa hari yang lalu, dr seorang teman yg sdh seperti kakak.
"Pergi, cari tempat untuk menangis. Mata kamu, mereka bukan pembohong yang baik. Paling tidak buat saya. Dis (Gadis, panggilan mereka untuk saya), kamu nggak harus selalu kuat didepan mata dunia. Jgn terlalu keras thd dirimu sendiri. Even Hercules cry.. And he's half god."

Lalu dengan bodohnya mulut ini cuma bisa menjawab :
"Yaudah kalo gitu beliin es krim dong mas..."

Dia hanya mengusap kepala gondrong ini sambil tersenyum, lalu memberikan pelukan, tentu saja di depan istrinya...
"Gadis, adik mas yang paling tegar... Mas dan mba, bangga... Mas yakin, kamu 3/4 goddess... Kanker ga membunuh kamu... Masalah ga menjatuhkan kamu..."

Istrinya datang, ikutan mengusap kepala gondrong ini...
"Gadis, kalau keberatan bawa tas, tas nya harus ditaruh, dikurangi isinya.. Kalau tidak, antara tas nya rusak, atau pundak Gadis yang mati rasa. Badan Gadis bisa jadi terganggu. Hati juga begitu... Jangan dibiarkan kelebihan berat.."

"Mas Ry, mba Ry... Makasih... Pelukannya tadi sudah membawa banyak muatan dr dalam aku..."

:)

Menunggu air mata......

.......

Mmmmmmm......

........

Tidak ada yang keluar.

........


"Mas, es krimnya mana.....?"


Lalu tertawa ambil berjalan menuju gerai Cold Stone....

.............

Padahal.....


Hampir menyerah........ :)



"Tawa adalah tempat persembunyian paling baik bagi kesedihan dan air mata... Walau air mata tumpah, asal sambil tertawa, sedihnya langsung tak terlihat..."


Saya merasa..... PATHETIC....



Happy Ied... :)

So how's everybody's Ied.....???

Lebaranan di tempat sahabat gue, Mery LC...

Lebaran kali ini cukup seru buat gue. Malam takbiran gue bener-bener merasakan bagaimana rasanya jadi orang Jakarta... Hehehehee... Gue pergi ke bunderan HI untuk liat beraneka ragam manusia dengan caranya masing-masing merayakan malam kemenangan bagi umat Islam itu. Gue sendiri sih non-muslim. Tapi gue pengen juga sih ikutan ngerasain malam kemenangan itu. Ternyata meriah ya. Murah Meriah Gonjreng....

Malam itu gue habiskan dengan melihat-lihat keramaian dan tentunya jajan ini jajan itu. Mulai dari nasi goreng sampe permen kapas... what do we called "cottoncandy" ?. Plus duduk nggak ngapa-ngapain di Bunderan HI. Sambil ngeliat orang pada perang Mercon alias kembang api.

kondisi HI, ramai dan kembang api....

berfoto dan mengragas jajanan.... :)

Dan ternyata, di bunderan HI itu nggak boleh main kembang api loh. Ya memang sih gue sebenernya setuju aja. Soalnya tau nggak sih, di jakarta sendiri aja, sudah ratusan orang yang celaka karena kembang api dan petasan. Di beberapa tempat di Jawa, ada anak kecil yang keracunan karena kehirup apapun itu kandungan didalamnya. Gue sama sekali nggak menentang keriaan seperti pesta kembang api dan petasan sih. Tapi sih ya harusnya orang-orang lebih memikirkan keselamatan bersama. Dinyalain dengan aman dan sesuai prosedur. Jangan sampai membahayakan orang lain.


pak polisi mengamankan jalanan dan mengamankan seorang pemuda yang naik motor, sambil nyetir sambil megang mercon... bahaya banget... buat dirinya sendiri dan buat orang lain... ga bertanggung jawab....
Setelah dari HI gue sempet pergi ke kota tua. Disana ramai sekali. Ada pasar malam jualanannya macem-macem. Dan tentu aja ada kemacetan. Orang keluar menggunakan bis dan truk sambil memukul-memukul bedug. Disana juga banyak yang main petasan dan kembang api. Lagi-lagi dengan tidak aman. :(. Kembang apinya di pegang pake tangan, dipasang di tengah-tengah orang dan ga berjarak sama kumpulan orang-orang...



It was actually a good day. A great weak juga,. Tapi sayangnya malam itu ditutup dengan berita bahwa kosan beberapa temen gue, kebakaran. Lagi-lagi karena petasan dan kembang api. *menghelanafaspanjang* Kasian kan, hanya karena mau bersenang-senang, orang lain harus menderita dan kehilangan harta benda. Untung bukan nyawa......





Next time, Let's have fun in a responsible way, shall we...... :)


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI,
MINAL AIDIN WALFAIDZIN, MAAF LAHIR BATIN. :) 

Puisi Dari Hati....

Dan perjalanannya pun dimulai kembali...
Penuh dengan pertanyaan, penuh dengan keraguan.
Mungkinkah tulus, mungkinkah semuanya hanya rekayasa agar percaya.
Akankah semuanya terulang kembali,
hari-hari yang penuh tawa, tawa yang terukir didalam canda.

Aku selalu takut untuk berjalan ulang dari titik nol itu
Titik dimana semua perkenalan harus diulang,
titik dimana semua aturan baru harus tercipta,
titik dimana aku, dan kamu, yang baru, harus menciptakan tali kasih yang baru...
Jalinan yang baru...

Karena itu, aku mohon....
Kembalilah.....
Jangan ingkari janji....








"Puisi ini aku tulis dengan tulus dan sepenuh hati untuk Mba Imah, MakNyak Tini, Mas Randy dan Bani.... Please, pulang kampungnya balik lagi ya...... kami nggak bisa hidup tanpa kalian..... "

Not For Me... At all... :)

Praktek lebih susah dari teori. Jelaslah. Hehehehehe... Gue selalu nggak suka dengan yang namanya hubungan nggak pake status. Bukan apa-apa, karena hak dan kewajibannya jadi blur. Tanggung jawabnya juga jadi nggak jelas. –Eh... ujan.... me likeyyyy.... :D-. Terlalu beresiko sama hati gue. Trus ntar jadi seenak-enaknya dong. Dan ternyata gue sudah mendapatkan bukti bahwa memang hubungan yang seperti ini bukan untuk gue.


Gue menarik kesimpulan bahwa hubungan tanpa status hanyalah untuk para sadomasochist....
hubungan tanpa status adalah hubungan untuk para sadomasokis. hubungan tanpa status adalah untuk para sadomasochist.... :D. Which I’m not. Kenapa, karena gue, kalo dah sayang sama seseorang akan memberikan semua perhatian dan hati gue ke orang itu. Nah yang jadi masalah, karena komitmennya nggak ada, begitu ada yang nanya “Itu pacar ya?”, trus dijawab jujur ma dia “bukan”, haisssshhhhhhhhh..... sakitnyaaaa hatiiiii..... padahal ya memang bener kan bukan siapa-siapa.
Walaupun di otak gue, we did what we did, we feel what we feel, we said what we said.... isn’t that enough to make you admitted that something does goin’ on between us. Tapi kalau posisi dibalik ke gue, gue yang ditanya, toh jawaban gue juga tetep kurang lebih sama atau “tanya aja sama dia...”. Dooooohhhh.... *tepokjidat*. Hubungan seperti ini membuat gue bingung dan galau berrkepanjangan. :D






Belom lagi kalau mulai ketahuan-ketahuan dia masih flirty sama yang lain. Dueeeennngggggg....... Berasa kayak suddenly demam tinggi pake step. –lebaymode-. Tapi mau nanya ma dia juga jadi gengsoy, takut ketauan cinta-cinta amat ma dia. Nggak ditanya malah bikin kelakuan jadi aneh. Bawaannya mau garuk2 tanah aja. Hehehehehe.Bukan masalah gue cemburu, karena gue bukan orang yang cemburuan. Tapi yang jadi masalah adalah perasaan
Align Leftbahwa ternyata gue merasa tidak dihargai dan merasa dihianati. Sebenernya nggak pantes gue merasa begitu, ya orang memang nggak ada komitmen kok. Hehehehehe....




<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE
Jadi menurut gue, hubungan seperti ini ternyata memang benar membuang waktu gue, membuang tenaga gue. Karena gue lebih tersiksa dari biasanya. Gue membuang energi extra untuk membujuk diri gue dan perasaan gue untuk bisa menahan diri. Dan kalau memang harus menahan diri menunjukan perasaan terhadap seseorang, dang it, lebih baik ya jadi teman aja. Hehehehehehe


So, kalau memang belum siap untuk berhubungan lagi dengan seseorang pasca putus dari mantan kekasih kita, let’s just be friend. Cause like John Mayer said :


“FRIENDS, LOVER OR NOTHING. THERE CAN ONLY BE ONE.....”