Ugly Truth

Words of wisdom
Tells us everything we need to hear
But sometimes,
It's not something we want to hear.

Sometimes the world deceive us
From what is true
Playing trick in our eyes
Playing trick in our mind

Sometimes the truth itself,
Hide behind the clouds,
Burried under thousands of lies
Beneath our heart

What you feel is real
What you think is real
The lies are real
As real as the truth it is..

What you need to do is think about it
Feel about it...
For the confusion will never stop
For the burden will never free

You can always make mistakes
But don't ever stop to make amend
You can always choose the wrong path
But don't ever forget to find a way out..

Don't afraid too much
Don't waste your time trying
Separating truth from lies
Being perfect and ideal

When it's the right thing to do
You will know
When it's the wrong thing
You will see...

Free yourself
Unchained your mind
Break the prison of your heart
Feel the excitement living this life

So you won't regret.....


Tadi malem, baru aja ngobrol sama salah satu om kesayangan gue. Tentang beban yang sedang ia tanggung. Tentang kenyataan yang menurut dia lumayan pahit untuk dihadapi....

Tapi itulah hidup. Berbahagialah kita yang hidupnya masih dipenuhi dengan kenyataan manis dan pahit silih berganti... Berarti kita masih di karuniai hati yang masih bisa merasa. Berarti kita masih dikaruniai pendidikan langsung dari Surga. Berarti kita masih dalam perhatian-Nya.




Karena Tuhan akan meremukkan semua anak-anak-Nya yang dikasihi-Nya, kemudian Dia akan membentuk kita menjadi manusia yang baru, yang lebih baik dan kuat. Ia akan meremukkan kita seperti sebuah bejana dan dibakar dalam sebuah bara panas. Agar kita bisa lebih mudah dibentuk menjadi sebuah bejana baru yang besar, kuat dan tegar. Kemudian Ia sendiri yang akan menghias kita dengan segala keindahan yang kekal....

Jangan takut. Karena itulah janji Tuhan kita. Tidak peduli apa agamamu..... Tuhan-ku dan Tuhan-mu, bukanlah Tuhan yang ingkar janji.....


Fight Your Own Demon

Kalau ada 1 kata yang bisa kalian hapus di dunia ini, apa yang akan kalian hapus...?? Mengapa???

Kalau gue, sudah pasti kata itu adalah kata "MENYERAH".... Karena kata-kata ini nggak berguna dan nggak ada manfaatnya untuk tetap di pertahankan di dunia ini... hehehehehe...

Udah seharian ini gue pasang tulisan diatas, baik di status facebook maupun twitter gue. Gue juga bertanya pada beberapa temen gue. Ada yang jawab amarah, ada yang jawab dendam, ada yang jawab benci.... Terserah ya, we have our own word, tapi kalo gue sudah barang tentu jawabannya adalah kata Menyerah....


Suatu hari, saat praktikum Biologi waktu gue masih duduk di bangku sekolah, gue praktikum untuk belajar membedakan golongan darah. Dari situ hal aneh terdeteksi oleh guru Biologi gue tentang darah gue. Beliau menyuruh gue untuk memeriksakan ke dokter.Setelah gue dibawa ke RS sama nyokap gue, ternyata darah gue reshus nya minus. Sesuatu yang jarang banget dimiliki oleh ras Asia seperti kita ini. Selidik punya selidik, ternyata itu karena bokap gue, yang memang adalah keturunan Portugis asli, mewarisi darah itu ke gue dan kakak gue.

Tapi bukan itu yang aneh. Dari dulu gue sering banget yang namanya pingsan, mimisan, sesak napas dan hal-hal seperti itu. Padahal gue aktifnya setengah mati. hehehehe... Setelah pemeriksaan lebih lanjut, ketahuan deh bahwa darah gue tidak terlalu bisa mengangkut oksigen. Makanya suka kekurangan oksigen di kepala. Sejak saat itu, botol Oxycan menjadi sahabat kental gue...


Sejak hasil pemeriksaan itu keluar, banyak diagnosa yang keluar.. Banyak penyakit yang hinggap. Mulai dari paru-paru gue yang besar sebelah sampai yang kalian semua dah tau, kanker payudara.

Sejauh ini, gue udah 3x menjalani operasi mata, dan 1 kali pengangkatan empedu. Sudah menjalani puasa nasi selama 1,5 tahun dan kemoterapi sebanyak 40x-an. Banyak hal yang harus gue tinggalkan. Gue harus berhenti jadi atlit billiard, saat gue lagi cinta cinta nya sama olah raga itu. Gue nggak bisa naik gunung lagi. Nggak bisa cape-cape lagi...

Memang benar, ada beberapa hal yang sudah nggak gue lakukan lagi. Tapi gue nggak mau kalau itu dibilang menyerah. Karena gue berhenti setelah gue mencoba melakukannya semampu gue. Seperti billiard, setelah operasi mata yang kedua, gue masih mengikuti pertandingan Kejurnas dan Pra-Pon. Tapi ternyata berakhir dengan mata gue mengecil sebelah, dan harus operasi lagi. Saat itu gue dipaksa untuk memilih, apa gue mau tetep menjadi seorang atlit, yang latihan 6 - 8 jam setiap hari, tapi kehilangan semua penglihatan gue, atau berhenti jadi atlit, tapi tetap bisa main Billiard dan tetap bisa melihat... Dengan berat hati, tentu saja gue memilih yang kedua.


Sama Manda, atlit dari Ja-Teng, saat nonton pertandingan, dimana semua bertanding, gue nggak, karena mata gue dah mulai kecil sebelah...

Waktu kuliah dulu, gue bercita-cita banget menjadi seorang pendaki gunung, seorang anggota MAHUPALA (mahasiswa hukum pecinta alam). Tapi karena udah hampir semua anggota Mahupala tau kondisi gue, selalu ditolak. Tapi bukan gue namanya kalo nggak ngotot. hehehehe... 7x gue ngelamar masukin formulir jadi ca-ang, dan ditolak semua. Mulai dari ditolak sopan, sampe formulirnya dirobek didepan muka gue.... Hihihihi......

Tapi tetep pantang mundur, gue selalu nimbrung aja setiap kali mereka nongkrong, sampe sok akrab... hahahaha.... Terus sempet beberapa kali juga ikutan jalan-jalan sama mereka, membuktikan bahwa gue kuat kok sebenernya. Gue sempet naik gunung sama kaka gue, sampe sekarang ini sisa 2 gunung di Jawa yang belum gue naikin, untuk pembuktian. Walaupun tetep nggak diterima jadi anggota, tapi sekarang selalu diajak setiap ada seremoni pelantikan anggota baru. Hehehehehehe.... Gue tau mereka juga nggak mau ambil resiko, tapi gue juga tau kok itu juga karena mereka peduli. Paling nggak gue dah usaha + ngotot, dan itulah yang terbaik yang gue bisa dapet. Makasih ya Mahup... hehehehe....

Tetep aja gue yang dah pernah nginjek Jayawijaya.... ahahahahahahahaha..... *tertawapuas*


di Grasberg, Freeport Mining, Jayawijaya Mountain, Papua

Kenapa menurut gue kata MENYERAH itu harus di hapuskan, karena memang benar-benar nggak ada gunanya di dalam hidup, terutama hidup gue. Ini gue hanya ingin berbagi ya, tapi liat aja, dengan segala diagnosa yang dikasih dokter dalam hidup gue, kalau gue menyerah, gue nggak mau ngapa-ngapain lagi, pasti semua orang akan mengerti. Secara badan gue udah bobrok nggak ketulungan.

Tapi NGGAK. Gue menolak untuk menyerah. Gue nggak mau hidup gue diatur sama omongan para dokter itu. Bahwa gue dah nggak bisa ini, nggak bisa itu lagi. NO!! Gue memang punya kelemahan dan kekurangan fisik disana sini, tapi nggak ada yang bisa menghentikan gue menjalani petualangan didalam hidup gue. Gue yang menentukan mana batas yang udah gue nggak bisa langgar. I decide my own limit. Bukan nggak menghargai dirimu, om om dan tante-tante dokter kesayanganku, tapi gue nggak mau hidup gue stop atau stuck hanya karena badan ini punya kelemahan.

kalo ini numpang narsis.... ahahahahahaha

Baru beberapa bulan ini, ketahuan di kepala gue bagian belakang sebelah kiri, ada benjolan. Belum ketahuan apaan. Tapi memang akhir-akhir ini lagi sakit. Kalo lagi ndableg (pinjem istilah kang Vip), bisa 5-10 menit sekali sakit. Belum ketahuan apaan karena gue juga nggak mau di biopsi. Takut kayak nyokap, di biopsi malah berdarah nggak berakhir-akhir sampai beliau di panggil Tuhan.

Dan yang ini pun, gue nggak nggak akan menyerah. Gue nggak akan berhenti melakukan hal-hal yang gue inginkan, nggak akan berhenti mengejar cita-cita gue, hanya karena sebuah benjolan atau kanker atau apapun nanti yang mungkin akan terdeteksi lagi. Gue nggak takut. Kematian itu sesuatu yang mutlak. Gue nggak mau hidup dalam kekhawatiran akan kematian, yang malah bikin gue nggak bisa ngapa-ngapain. Gue nggak mau jadi manusia yang nggak bisa menggunakan sisa waktu dalam hidupnya dengan baik dan maksimal. Bisa-bisa jadi setan gentayangan gue.... hehehehehe.....


Di Mesir saat liburan terakhir bareng nyokap. Baru belajar foto pake kamera kaka gue. suatu hari gue akan balik kesana, as a journalist or a voulenteer... Liat aja.....

Com'on guys, jangan biarkan omongan orang, diagnosa dokter atau setan didalam diri kita sendiri, menjadi belenggu untuk menjadikan diri kita berkembang semaksimal mungkin. You gotta fight your own demon... Hidup cuma sekali, pergunakan sebaik mungkin, jadikan berkesan dan bermakna, karena menyesal itu adalah sebuah kesia-siaan. Dan Menyerah 10x lipat lebih sia-sia.

"You might gonna see me fail, but you're not gonna see me stop trying....."




P.S

Maaf ya belum sempet follow back temen-temen dan blog walking. Internet gue lagi lemot banget. Oh iya, makasih atas perhatian teman-teman atas blog ini, sekarang sudah mencapai page rank 3, dan urutan ke 10 di Indonesia Matters. Bukan itu sebenernya tujuan gue nge-blog. Jadi begitu dikasih tau bahwa gue sudah mencapai itu, it feels like Christmas in April. Hehehehehe..... Terimakasih sebanyak-banyaknya.......

A Smile for Mumzy

It's already been two years mom.... And this is one of your favorite song from one of your favorite singer, one of the song that keeps me strong... I do miss you alot mom.... I'll see you one day.... I love you mumzy....

Part-Time Lover

Kadang jadi kepikiran deh....

Kenapa ya seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, mau memutuskan menjalani hubungan dengan seseorang, tanpa kejelasan status. Atau yang orang lebih kenal dengan istilah HTS-an. Dan yang lebih gue heran lagi, kenapa ya seseorang mau menceburkan diri dalam sebuah hubungan terlarang, dengan pacar atau suami / istri orang.

Jangan salah paham ya. Gue nggak men-judge. Buat gue itu adalah hak seseorang untuk menentukan jalan hidupnya.




Tapi begini loh, saat kita menjalin sebuah relationship dengan seseorang, kita bicara soal hati, kita bicara soal perasaan. Kecuali memang kita cuma mau seneng-seneng ya, gue nggak mau bahas yang itu. Tapi yang terjadi disekitar gue, kebanyakan adalah mereka yang menjalani hubungan-hubungan itu dengan serius, dengan hati, dengan perasaan.

Ya buat gue, seseorang yang nggak berani menentukan status hubungan mereka, wether they're a couple or not, tapi obviously treat eachother like one, adalah pengecut. Karena berarti cuma mau senengnya aja. Apalagi mereka yang mikir, Supaya ada alasan untuk ninggalin yang lain saat ada masalah yang nggak enak untuk dihadapin.

Sama aja dengan having relationship dengan suami / istri orang. Do you actually believe them when they say they love you??? well for heaven sake, mereka tidur dengan orang lain di malam-malam when they're not spending it with you.... How come you believe that there's love involve...???




Bagaimana bisa kita percayakan hati kita sama seseorang yang bahkan nggak berani call us as her/his lover? Bagaimana bisa kita percayakan hati kita sama seseorang yang bahkan nggak punya keberanian untuk pegang tangan kita, karena takut ketahuan, takut ada yang liat. (beda ya sama mereka yang nggak mau pegangan tangan karena pemalu, karena nggak nyaman). Beraninya cuma kalo lagi di kamar, berduaan, atau di mobil, berduaan, atau di hotel, berduaan. Is that really enough for you??? you feel that your heart's save with only that...???

Kalo jawabannya Iya.... WOW.... That's unbelievable....

Well, maybe it's just me, tapi gue jujur aja, nggak mau terjebak sebagai seorang Part-time Lover. Apalagi jadi ban serep... *amit-amit*. Gue juga nggak mau memberikan hati gue sebuah kesenangan yang palsu. Sebuah cinta yang semu. Sebuah harapan yang kosong. Gue butuh sebuah kepastian. Untuk memastikan bahwa hati gue berada di tangan yang bener-bener mau menjaganya, keep it save from harm. Cause my heart is one main thing that keeps me alive. Gue nggak tau apa jadinya hidup gue kalo hati gue hancur dan nggak bisa balik lagi.



Nggak usah kasih perumpamaan karena cinta nggak harus memiliki. Karena ini adalah a whole lot different case. Kalo nggak harus memiliki berarti kita dah nggak bisa menjalani hubungan apapun. Dan begitu kita tau kita nggak bisa memiliki, that's exactly the time we gotta let him/her go, and move on with our life. Bukannya malah menjalin hubungan diam-diam. Mengendap-endap.

Love supposed to be something beautiful. Sesuatu yang bisa kita nikmatin secara bebas. Tanpa tekanan, tanpa perasan takut, tanpa was-was. Sesuatu yang bisa bikin hidup kita semakin indah, semakin berwarna dan cerah, semakin nikmat. Bukannya malah bikin makin susah, makin menderita, mau ngapa-ngapain nggak bisa. Tentu aja dalam urusan cinta-cintaan dan relationship, pasti ada masalah. Tapi kalau isinya masalah melulu, apalagi kalau ternyata hubungan ini berdampak susah, sulit, menyakiti dan negatif pada orang lain waduh, mungkin udah saatnya kita mempertimbangkan lagi hubungan itu....



Harusnya kita lebih menghargai diri kita dengan tidak mau dijadikan yang iseng-iseng aja, dijadikan yang kedua, dijadikan yang buat jaga-jaga, dijadikan bukan yang utama. Dan yang paling penting, coba tempatkan posisi kita di posisi istri/suami dari pasangan cinta terlarang kita. Can you really handle, even only the thought, sharing someone you love with another woman/man.....



Think about it....




Call me naive, call me selfish.... I wanna have someone that is just for me. Cause I dont wanna torture myself with those thought of sharing him with another woman.

Happy Easter

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3 : 16)







P.S

Makasih ya atas bantuannya kemarin teman-teman. Dan soal blog barunya, pasti nanti bakalan gue kasih tau. It's not ready yet. But it's a fashion blog. Tapi tenang aja, bukan fashion blog yang bakalan dipenuhin sama gue dan baju2 dan cara berpakaian gue yang A.G.J (agak ga jelas) ini kok... hehehehehehe.... It's just gonna be an expression of my love about people, style and fashion. Well, I'm a woman, it's normal aite....?

Bukan Alasan

Okay, this is just my one Bold opinion...


Beberapa hari yang lalu, gue sempet berdebat dengan salah seorang temen gue, tentang kenapa wanita berkarir rawan bercerai.

Temen gue adalah seorang yang bekerja dan memiliki karier yang bagus di salah satu perusahaan ternama di Indonesia. Dia memiliki penghasilan yang besar juga untuk seorang perempuan seumuran kita. Acara bertukar janji dan cincin pun dulu digelar dengan sangat meriah karena ayah mertuanya adalah seorang pejabat kenegaraan.



Pada saat gue bertanya kenapa mereka dulu memutuskan untuk bercerai, (tentu saja) dengan nada tinggi dan sinis, dia menjawab, karena suaminya membatasi dia untuk berkarir. Gue dengan sangat bodohnya menjawab, loh terus kenapa? Wajar kan?... Wah abis gue dimaki-maki sama dia... hehehhehehe... But I still love you girl....

Bukannya gue nggak mendukung seorang perempuan untuk bekerja setelah menikah loh ya. Malah menurut gue, di keadaan yang sulit seperti ini, kalo bisa saling membantu satu sama lain. Cuma yang gue mau omongin adalah, kita kan dah menikah, bukannya kita harus udah tau what we were facing setelah menikah???



Please... Please dont get me wrong... Gue adalah salah satu pendukung tentang emansipasi wanita dan kesamarataan gender.

Tapi gini loh, kita sebagai perempuan harus sadar, bahwa saat kita sudah memutuskan untuk menikah, kita secara nggak tertulis, sudah menyetujui dan menandatangani kontrak (dengan janji yang kita ucapkan di altar dan ijab kabul), untuk beberapa pekerjaan sekaligus. Pekerjaan yang HARUSNYA adalah jadi pekerjaan kita yang utama. Yaitu sebagai Istri, dan sebagai Ibu. Pada titik kita mengatakan bahwa kita mau menikah, kita sudah harus sadar, seberapa besar lagi kita bisa berkembang.

Gue nggak bilang terus menikah jadi harus membatasi loh ya. Tapi pada kenyataannya, menikah adalah berbagi hidup dengan orang lain. Kita harus sudah bisa menerima kenyataan itu. Kita udah nggak bisa egois lagi, hanya memikirkan mimpi kita sendiri. NO. Kita sendiri kok yang setuju untuk berbagi...



Yah ini sih hanya menurut gue ya, gue rasa harusnya semua perempuan yang bekerja di luar sana, sudah menyadari sebelum menikah, bahwa untuk berjalan bersama dengan sepasang kaki yang baru bukan lah hal yang mudah. Butuh penyesuaian dan tentu saja pengorbanan. Menurut gue, perempuan yang terus jadi marah dan minta cerai karena dilarang sering-sering lagi keluar kota, atau karena nggak boleh keseringan malem mingguan ma temen-temen lagi, sangat egois ya.

Well that's just the way it is. Reality bites. Tapi ya itu lah kenyataannya.



Jadi menurut gue, sebelum menikah diomongin dulu. Apa yang masih mau kita achieve dalam hidup ini. Apalagi cita-cita kita yang belum kesampaian. Kira-kira calon suami nanti masih bisa membiarkan dan mendukung kita untuk mencapai cita-cita itu nggak. Omongin dulu, seberapa besar lagi kita masih mau berkembang. Sebesar apalagi mimpi kita. Kira-kira calon suami kita bisa terima itu atau nggak.

Atau misalnya kita sudah ada di posisi atas sebelum menikah, kasih tau pahit-pahitnya duluan. Bahwa resiko pekerjaan kita, mengharuskan kita jarang di rumah. Atau hal-hal seperti itu lah.... Do this kinda adjustment sebelum menikah... Buat gue, masalah seperti ini harusnya bukan menjadi masalah yang baru timbul setelah menikah....



Jadi nggak ada lagi tuh alasan bercerai karena masalah kita nggak dibiarkan berkembang.... Manusia jelas butuh sesuatu untuk mengaktualisasikan dirinya. Nah itu yang harus dibahas sama calon suami. Jangan sampe udah ngeluarin ratusan milliar untuk sebuah pernikahan, terus bercerai hanya karena perbedaan pendapat atau prinsip atau apapun namanya, yang seharusnya udah diselesaikan dan dicari jalan keluarnya sebelum menikah.


True Love is not a Fate, True love is a result of a hardwork and adjustment.



Words Of Wisdom


"Keberhasilan bukan ditentukan oleh tingginya IQ, kejeniusan, atau tingginya tingkat pendidikan. Tapi oleh TEKAD yang kuat, KEMAUAN yang tinggi dan KERJA yang keras. Segala proses ini akan lebih sempurna apabaila dimulai dan ditutup dengan DOA yang tulus..."


-Ninneta-