Jogja Trip

18:35

Hai all.... Selamat sore semua.... How's everybody's weekend??? Hope you have a great one ya....


Gue pengen cerita nih. Seminggu yang lalu gue sempet pergi ke Jogja untuk menjalankan tugas relawan gue. Walaupun cuma 3 hari, tapi menyenangkan deh. Gue selalu bahagia setiap melakukan tugas ini.

Ada yang berbeda dengan tugas gue kali ini. Setiap ada bencana, biasanya gue selalu di bagian evakuasi. Gue selalu kebagian tugas untuk cari korban hilang, ataupun evakuasi korban selamat. Tapi kali ini, karena medan yang sangat berat, gue nggak diizinkan untuk membantu di bagian evakuasi. Yang diijinkan untuk membantu meng-evakuasi hanya dari anggota TNI, Polisi, dan juga relawan-relawan yang sudah berpengalaman dan pernah mengikuti pelatihan-pelatihan khusus evakuasi. Rescue yang diizinkan juga hanya beberapa tim saja. PMI, Tagana, Global dan beberapa lainnya. Bahkan anggota-anggota dari mahasiswa pecinta alam pun baru terakhir-terakhir diundang. Saat kondisi Merapi sudah mulai tenang.


keadaan Magelang sekitar jam 4 sore

sepanjang jalan tertutup debu

Jadi gue membantu di pengungsian. Bagian penerimaan bantuan dan dapur umum. Luar biasa banget ternyata kerjaan di pengungsian.


posko ini sekitar 5 km dari candi Borobudur. jarang mendapat bantuan karena agak jauh.


Membantu di tempat pengungsian ternyata lebih melelahkan dari yang gue kira. Karena kita berhadapan dengan ratusan orang dengan kondisi yang berbeda-beda. Sebagian dari mereka ada yang bisa menerima dengan sangat baik keadaan bahwa mereka sedang ditimpa kemalangan, sebagian lagi ada yang kurang baik, dan sebagian lagi tidak bisa menerima sama sekali. Ternyata di posisi ini, nggak hanya fisik gue yang diuji, tapi juga mental gue.

Beberapa yang bisa menerima dengan baik kenyataan akan keadaan mereka sekarang, sangat kooperatif. Mereka benar-benar sangat membantu dan meringankan tugas gue dan teman-teman yang lain. Begitu juga dengan anggota TNI yang sangat luar biasa. Tetapi beberapa yang kurang bisa menerima kenyataan bahwa kondisi mereka tidak seperti dulu lagi, sering banget melontarkan kata-kata dan kalimat-kalimat yang kurang enak.


saat ada donatur menyumbangkan bantuan dan juga boneka untuk anak-anak.

Tapi ya itulah, namanya juga datang sebagai relawan. Nggak ada yang suruh nggak ada yang ajak. Datang sendiri dengan kemauan sendiri dengan niat sendiri. Jadi nggak boleh mengeluh. Hehehehehe.... Tapi gue sangat menikmati pengalaman baru gue ini....

Di salah satu malam gue disana, saat tugas sudah selesai dan lagi beristirahat, gue melihat beberapa anak-anak sekitar umur 10-15 tahun bermain bersama. Gue hampir-hampir nangis bombay saat gue mendengar pembicaraan mereka. Salah seorang dari mereka bilang "Kapan ya kita bisa pulang ke rumah. Bisa sekolah. Bisa main lagi di lapangan....", terus ada yang kelihatannya lebih tua menjawab : "Sudah kamu nggak usah takut ndo. Ini semua sudah jalannya Gusti Allah. Kalau memang nanti Gusti bilang kita balik ke rumah, pasti kita akan balik lagi. Sabar ya ndo... yang penting kan kita masih bisa main sama-sama..."

Ya Tuhan, anak sekecil itu punya kebijaksanaan dan keikhlasan sebesar itu.....


Wisnu, 1 tahun. Badannya bentol-bentol dan ruam karena alergi abu vulkanik.

cuma dapat boneka kecil-kecil begini, anak-anak ini nggak berhenti senyum dan riang sampai besok paginya loh..

Berasa ditampar bener gue sama omongan anak itu. Terkadang cuma karena keadaan dan situasi nggak sesuai dengan harapan dan perencanaan kita, melenceng sedikit aja dari gambaran kita, wah dah abis Tuhan kita jutekin. Jangankan bersyukur, untuk bisa nerima bahwa itu semua adalah rancangan Tuhan aja, kadang butuh waktu yang lama. Omongan anak itu menyadarkan gue betapa terkadang gue sangat amat tidak bersyukur.


senangnya di Jogja ada Circle K. Tempat favorit gue... murah meriah gonjreng. Hehehehehehe

tangan kiri gue terkilir karena salah gerak.

Itulah kenapa gue menyukai kegiatan gue menjadi relawan ini. Karena gue yakin ini adalah panggilan jiwa gue. Dan setiap perjalanan mengajarkan gue satu pelajaran baru. Apalagi kepuasan bisa membantu mereka yang lagi ditimpa kemalangan, walaupun nggak seberapa, tapi itu seperti jadi makanan buat jiwa gue.

Yuk teman-teman, kita bantu mereka. Nggak hanya di Merapi, tapi juga di semua penjuru Indonesia yang sedang terkena bencana. Sekecil apapun sumbangan dan tenaga yang kita berikan, itu berarti loh buat mereka. Dan saat kita membantu orang yang sedang kesusahan, bukan hanya kita membahagiakan mereka, tapi juga kita membahagiakan diri sendiri. Senyum yang mereka kasih ke kita, Priceless. Nggak percaya??? coba aja.... :)

Special Thanks buat Pipit, Theo Papap, Fatih dan Abi yang udah nemenin aku selama di Jogja. Dan terimakasih untuk makan malam yang luar biasa di Raminten. Tuhan yang bales ya teman-teman....


Theo, Fatih dan Abi

Pipit dan Aku

Makanan Jogja murah bangeeeettttttt!!!!!!

"Happiness can be found, even in the darkest of time. If one only remember to turn on the light." -Albus Dumbledore, Prisoner of Azkaban-



P.S

Gue dapet puisi dari seorang sahabat. Luar biasa. Walaupun perjalan kita dipenuhi dengan cercaan plus makian plus hinaan, tapi lihat, Tuhan nggak tinggal diam kan... Karena kita melakukan sesuatu yang benar. Terimakasih tante... :)


Perjalanan ...

Melangkahlah kaki,dalam kegalauan,keraguan ..
Sejarah dalam lembaran kehidupan ku
Keyakinan dan semangan itu yg mendorong ku
Betapa penakutnya aku ...


Jemari yg panjang dan lembut itu menuntun ku
Dengan hatinya yg kuat dan jiwanya yg pemberani
Menuntunku menuju rangkai besi panjang yg disebut gerbong ...
Mendudukan aku,untuk menatap luasnya dunia,indaahnya alam



Nikmatilah iya meyakinkan aku,bagaikan pemandu handal ..
Dan sesudah itu iya terlelap dalam tidurnya yang terlihat amat sangat lelap
Seandainya dia tau apa yang aku rasakan ....
desiran desiran riak riak yg seakan menyirami mencucu hati ku



Dan jiwa ini melalap semua indahnya alam bagaikan jiwa yg kelaparan
Dan desiran desiran itu berkali kali kurasakan
Letupan2 kecil dari rasa bahagia itu
Mengisi ruang rongga dada yg sudah lama hampa



Rangkaian besi baja itu menghantar aku dan jiwa ku
Pada tujuan mulia namun toh banyak menuai cela ...biarkan lah
Dan aku menatap bola matanya mencari kekuatan jiwanya
Dan jiwa dan hati ini mengucap Trima kasih sudah menjadi teman,sahabatku ...




Thank u so much Pink.Gbu.

You Might Also Like

17 comments

  1. Mulia sekali tugas mbak, yg memutuskan untuk menjadi relawan. Sya jadi ikut terharu denger kata-kata anak pengungsi yang mbak ceritakan tadi. Semoga Tuhan selalu memberkati mbak sekeluarga,,

    ReplyDelete
  2. waaaaaaaaaaaah salut mba'... bisa menjadi relawan disana >,<

    pengen banget >,<

    ReplyDelete
  3. Terharu baca sharing-nya Nin...
    termaknai sudah hidupmu, Nin...

    Makasih ya..
    for everything...

    ReplyDelete
  4. keren n mulia jalan-jalanya

    duh da lama banget nda bw kemari coz daku banyak kesibukan



    tetap semangat ya mba

    ReplyDelete
  5. bener sekali mbak membuat senyum orang lain merupakan nutrisi buat jiwa kita :),,,,melakukan satu kebaikan bisa memperoleh seribu kebaikan untuk kita (kebahagiaan batiniah untuk kita)

    ReplyDelete
  6. semoga tugas mulia mbak nin juga di balas oleh Tuhan :)

    ReplyDelete
  7. wah pasti asyik bgt, bisa jadi relawan, sebenarnya aq juga pengen bgt ikutan jadi relawan, tp g ada yg rekrut di kota q, atau aq yg ketinggalan infonya, aq cuma bisa bedoa aja, semoga daerah2 yang tertimpa bencana merapi bisa segera pulih kembali

    ReplyDelete
  8. bener-benar berkah tuh kegiatannya jeng...tp sekarang dusun2 dilereng merapi sudah jadi pusat wisata baru...orang berdatangan bukan tuk membantu tp cuma buat piknik ngeliat penderitaan orang...

    ReplyDelete
  9. wah keren sekali mbak ini
    semoga tanganya cepet sembuh ya

    ReplyDelete
  10. malam mba Nin,
    saya juga mengikuti berita bencana merapi di TV OL,
    trims mba sudah berbagi dengan mereka yang dilanda bencana, semoga ALLAH swt yang mebalas kebaikan mba Nin.

    ReplyDelete
  11. Salut buatmu sist, moga amalmu itu diberkahi oleh Tuhan dgn balasan yg berlipat ganda..amin

    ReplyDelete
  12. Setiap musibah atau pun ujian merupakan program latihan dari Tuhan yang ditetapkan kepada makhluk-Nya, dan latihan Tuhan akan membukakan hati, pendengaran dan penglihatan. Semoga banyak orang yang tergugah menglihat hasil karyamu dalam pengabdian hidup untuk orang lain yang dilanda musibah bagi kita semua.

    Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka, kita dapat mengatasi permasalahan yang besar.

    Sukses selalu

    Salam ~~~ "Ejawantah's Blog"

    ReplyDelete
  13. salut bgt mbak. tapi saya rada trauma dgn bencana2 gini. berhubung saya pernah jd korban dan pengungsi waktu tsunami Aceh. T_T

    ReplyDelete
  14. Mbak..., lama nian aku gak mampir kemari. Apa kabar mbak ? Tangannya udah baikan belum..?
    Salut banget dg mbak Ninneta yg punya jiwa sosial yg tinggi.

    ReplyDelete
  15. Ternyata jiwa relawan mbak Ninneta memang terus muncul ya..? Hebat deh.. semoga amalannya mendapat imbalan dariNYA. Amin.

    ReplyDelete
  16. ke jogja gak bilang-bilang... aku kan di jogja..... lain kali kalo di jogja kontak-kontak yaaa.... kami antar kamu ke pengungsian.....

    ReplyDelete

thanks for visiting me... and for replying mine... :)