STOP !!!!!

11:11

STOP GUNAKAN KATA AUTIS SEBAGAI LEDEKAN ATAU SEBUTAN!!!




Gue kenal seorang ibu muda, yang dikaruniai seorang anak dengan autis bawaan... Gue tahu dengan jelas perjuangannya menjaga, mengurus dan membesarkan anaknya yang autis itu. Dia termasuk salah satu sahabat gue. Dan gue sangat salut dengan kekuatan dan ketegarannya...

Suatu hari, dia telfon gue dengan suara berteriak, meminta gue ke rumahnya. Karena mendengar nada suaranya yang panik, gue jadi ikutan panik. Setelah gue sampai di rumahnya, hanya jarak 5 menit dari kediaman gue, gue terperangah dan kaget sejadi-jadinya.. Gue ikutan panik.

Malaikat kecilnya, bersimbah darah, sekujur tubuhnya ada darah. Gue kurang baik when it comes to blood. Tapi demi sahabat gue yang kebetulan adalah seorang single parents, gue menguatkan diri dan menahan rasa mual gue. Gue tanya ada apa, ternyata, anaknya dengan polos mengambil pisau dan mengiris-iris tangannya.

bayangkan kalau ini adik atau anak kalian.. would you making fun of them??

Setiap hari, sahabat gue harus menghitung jumlah asupan makanan beserta kandungannya khusus untuk penderita autis. Mengutip kalimat yang pernah dia lontarkan ke gue , menjaga anak autis seperti bekerja sebagai satpam di sebuah bank yang selalu dirampok. Harus selalu waspada dan selalu ada kejadian...

Suatu kali saat anaknya sakit, dia harus begadang hampir 2 malam. Karena dia nggak kuat, dia tertidur. Saat dia terbangun, anaknya nggak ada lagi disamping dia. Balik lagi dia telp gue, dan kita menemukan anaknya ada di dapur. Sedang menampung air panas dari dispenser langsung ke wajahnya..

Bisa kalian bayangkan nggak kalau itu kejadian sama anak atau adik kalian...



Yang paling parah adalah, waktu tahun baru kemarin, sahabat gue sedang membuat susu untuk anaknya di dapur. Tidak ada orang dirumah, hanya mereka berdua. Dia meninggalkan anaknya di depan tivi. dari dapur dia hanya dengar suara benturan2 kecil.. seperti "buk...buk...". karena dia pikir anaknya sudah biasa memukul-mukulkan mainannya di lantai.

Begitu susu selesai, dia menghampiri anaknya. Dan yang terjadi adalah, anaknya sudah bersimbah darah di bagian kepala. Dan dia sedang membentur-benturkan kepalanya yang mungil ke layar televisi....

saat seluruh dunia berjuang melawan ini, kenapa kita harus memulai melawan perjuangan itu...

Emang mungkin bener, ada kesamaan antara anak autis dengan teman2 kita yang keranjingan blackberry atau chatting atau apapun itu, sama-sama asik di dunianya sendiri.. Tapi coba pikir, Gimana perasaan orang-orang seperti sahabat gue, yang setiap hari berjuang menjaga supaya anaknya ga kenapa-kenapa, waktu mereka denger that we're actually making fun of autism.. Kita membuat autis sebagai bahan lucu-lucuan, padahal autis nggak ada lucu-lucunya buat mereka.

Satu kali kita lagi ngumpul bareng sama temen2 yang lain, ada satu temen gue yang luar biasa bego ngeledek temen gue yang lain.. "liat tuh neng, si Robby baru beli bb, langsung jadi autis kayak anak lo...". Dan yups, pertemuan itu berakhir dengan nggak enak karena gue dengan sangat berhasilnya memaki temen gue yang ngomong itu. Dan ya, gue bangga melakukan itu... Dan gue akan tetap melakukan itu. Menegur mereka yang masih menggunakan kata-kata itu... Sampai semua orang sadar, Autis bukan sesuatu yang bisa dijadikan bahan lelucon.

dont be a tragedy...

Dan kalian yang masih menggunakan kata itu sebagai ledekan, sebaiknya sadar diri. Bahwa kalian mempermalukan diri kalian sendiri dengan menunjukan kepada dunia, betapa bodohnya kalian tidak tahu apa dan bagaimana autis itu...

Stop embarrassing yourself by making fun of the Autism....


You Might Also Like

50 comments

  1. Saya berjanji mulai hari ini tidak akan menggunakan kata AUTIS untuk becandaan lagi.

    Cipu

    ReplyDelete
  2. Jadi ikut prihatin denger cerita soal teman kakak....

    aku juga g bakal pake' kata autis buat bercandaan ah....

    nice posting ka'..

    ReplyDelete
  3. setuju nit...
    saya udah lama tahu ttg gerakan ini. dan alhamdulillah, saya juga gak pernah pake kata autis sebagai bahasa becandaan. mereka yang suka pake kata2 itu kan sebenernya cuma latah tapi gak tau apa sebenernya yang diomongin.

    ReplyDelete
  4. i've stop mentioning the word for a long long time,
    and it's so scary and sad yah,...
    semoga tmn kamu dikuatkan yah nin, and you, sweetheart, are really an awesome friend :)
    *hugs*

    ReplyDelete
  5. setuju mb..
    dengan tidak menggunakannya untuk olok2an sudah membantu mengurangi beban hati mereka..

    ReplyDelete
  6. sudah pernah dengar gerakan "STOP GUNAKAN KATA AUTIS SEBAGAI LEDEKAN ATAU SEBUTAN!!!
    Menurutku adalah bodoh pake kata kata yang ngga dimengerti seutuhnya apalagi untuk becandaan. So aku dukung....ikut perih hatiku mendengarnya. Untungnya aku ngga pernah denger temenku bercanda kek gitu. Salam semangat buat temen Ninneta dan semua orang yang berjuang mendampingi penderita Autis. Tuhan pasti sudah siapkan hadiah buat mereka...

    ReplyDelete
  7. Semoga kejadian yg sdh trjadi sama temen mb, bisa buat pelajaran buatku, autis bukan buat ejekan, tapi bth perhatian yg lbh, mb ninneta bener, kt harus slg menghargai.

    ReplyDelete
  8. autis... adalah mukhluk terhebat yang telah diciptakan oleh sejarah manusia yang membosankan.... be the best ur naighboard

    ReplyDelete
  9. kata orang justru autis itu punya bakat yg luar biasa yg ga dimiliki orang lain...

    ReplyDelete
  10. agree.. i've never use this word to call people who're so self-absorbed..

    ReplyDelete
  11. salam sobat
    setuju mba Ninneta,,
    jangan diledekin dan berucap autis pada anak yang menderita tersebut.
    tetapi dengan perhatian dan penuh kasih sayang,,seharusnya.

    ReplyDelete
  12. Saya setuju mbak...kita tdk boleh menjadikan nama kelainan itu sebagai bahan olokkan.,dan sebaiknya kita menjadikan bahasa autis sebagaimana mestinya,.

    ReplyDelete
  13. saya jg setuju. mama saya jg belajar soal anak yg menderita autis.

    ada juga anak autis yg pergi ke tetangga nya hanya untuk memukul kepala anak tetangga nya,dll..

    kata mama memang berat dan harus sabar..

    btw,nice post!

    ReplyDelete
  14. Aku setuju sama kau nin,,

    banyak orang sering menggunakan kata-kata "autis" bermaksud lempar2an canda ke teman,, padahal mereka sendiri gak tau arti dari autis tersebut..

    emang nya ada yg salah yah sama mereka..?? biasa saja bagi phonank...
    mereka sama dengan kita...

    ReplyDelete
  15. Duh ngeri juga yah .. coba kalau gak ada yg tahu.. bisa celaka tuh

    ReplyDelete
  16. Betul juga kata2 itu malah suka dipake becanda seenaknya ..

    ReplyDelete
  17. blue tak pernah menggunakan kalimat tersebut dari dulu sampai sekarang.....
    selalu senang mendapat postmu yg baik ini
    salam hangat dari blue

    p cabar

    ReplyDelete
  18. u made me think, thx :)
    and then, lets act :)

    ReplyDelete
  19. setuju, setuju banget nin..I even "hate" the people who like to make it fun! call them "people with no hearts"

    ReplyDelete
  20. serem juga baca cerita tentang temenmu nin...

    alil janji deh ga pake kata2 autis lagi...

    thanks ya, udah ngingetin...

    ReplyDelete
  21. lagi2 merinding, tiap baca postingan nin, ada seperti yang brubah di tiap diri dhe, ada yang menyemangati diri dhe untuk menjadi lebih baik.

    jujur, dhe ga pernah gunakan kata autis untuk ledekan. tetapi teman dhe sering banget bilang2 gt, dhe akan bilang dan crita seperti postingan nin ke dia yah! agar dia jg sadar.

    ReplyDelete
  22. Masya Allah..
    ada iah orang yg tega seperti itu...
    apapun kita diciptakan DILARANG KERAS saling menghina ato meledek...
    Allah aja tidak pernah menghina
    ciptaan-Nya...
    knapa kita sesama manusia saling meledek dan menghina...???

    mari kita saling intropeksi diri
    >_<"

    ReplyDelete
  23. Alhamdulillah saya tidak pernah memakai candaan orang sakit sis.Semoga postingan ini bisa menyadarkan teman-teman.Ikut prihatin.

    ReplyDelete
  24. setuju mbak,... memang kata-kata yang mencela sangat menyakitkan untuk didengar,....

    ReplyDelete
  25. posting yang mengagetkan nin.. terus terang dulu pas jaman kuliah temen-temen sering becandain kaya gitu kalo ngeliat temen lain suka asik sendiri dengan dunianya.. Maaf, bukannya bermaksud merendahkan orang autis sih sebenarnya, hanya saja ternyata pengetahuan kami dan aku sendiri tentang autis masih sangat dangkal..

    Aku jangan diomelin ya.. gak ikut-ikutan kok..
    Semoga temanmu selalu diberi kekuatan untuk menjaga dan membesarkan malaikat kecilnya..

    ReplyDelete
  26. KATA-KATA MEMANG LEBIH TAJAM DARI PISAU. LEBIH MENYAKITKAN DAN DAN MENINGGALKAN BEKAS LUKA LEBIH DALAM YANG MEMBUTUHKAN WAKTU LEBIH LAMA UNTUK MENGHILANGKANNYA.
    SALUT BUAT TEMEN MBAK ATAS PERJUANGANNYA YANG PENUH KEIKHLASAN DALAM MENERIMA DAN MERAWAT ANAKNYA YANG AUTIS. SEMOGA BERKAH DAN RAHMAT TUHAN SELALU MENYINGGAHI HIDUPNYA SETIAP WAKTU.
    POSTINGAN MBAK INI HAMPIR SENADA DENGAN POSTINGAN DI BLOGKU.

    ReplyDelete
  27. ngeri banget ya
    kalau gak salah dulu pernah dibahas juga di blognya mbak sillystupidlife

    ReplyDelete
  28. semoga ibu itu menjadi ibu yang luar biasa.
    dan smoga Tuhan selalu melindungi anak ituh... amin.
    gw gak nyangka autis bakal separah ituh perlakuannya, gw kira autis cuma tidak mo bersosialisasi dgn lingkungn sekitarnya hanya asyik main sendiri gtu.

    ReplyDelete
  29. Saya Sependapat, cukup sering saya mendengar Satu Kata "AUTIS" ketika sekelompok muda-mudi saat bercanda. Saya heran, mengapa mereka dengan cepat menyebut Kata itu. Saya rasa tidak ada satupun umat manusia yang ingin terlahir sebagai Autis.

    ReplyDelete
  30. Mbak Ninneta, aku ngerti banget rasanya. karena aku punya adik yang DownSyndrom. emang bda dengan autis... tapi sama dalam bentuk perlakuan masyarakat terhadap anak-anak berkebutuhan khusus sperti mereka....

    ReplyDelete
  31. Aku setuju mbak..., memang tak selayaknya autis dijadikan 'lelucon'.
    Aku pernah menyaksikan di tayangan Kick Andy tentang perjuangan orang tua yang mempunyai anak Autis, benar-2 berat.

    ReplyDelete
  32. Aku juga pernah membaca perjuangan seorang ibu yang membesarkan seorang anak autis. Hebat benar ibu itu.
    Saking terpesonanya, aku sampai menulis reviewnya lho mbak.
    Coba buka disini : http://www.renijudhanto.com/2009/06/tumbuh-di-tengah-badai.html

    ReplyDelete
  33. Setuju. Saya benci banget dengan orang-orang yang seenaknya nyebut autis tanpa memikirkan gimana rasanya punya anak atau adik dengan autisme. Next time, saya harap bisa seberani mba nin untuk menegur langsung mereka.

    ReplyDelete
  34. mba Ninneta.. baru aja kemarin saya ngetwit ttg jangan gunakan kata "autis" u/ becandaan...
    Ternyata mbak juga posting ttg ini :)
    makasih mbak atas tulisan yg bener2 bagus ini... bisa memperkuat argumen..

    ReplyDelete
  35. soalnya ada salah 1 sodara yg autis... mbayangin dia yg sulit beradaptasi dgn lingkungan...

    hmmhh... ga terima kalo kata "autis" dibuat olok2!

    semangat mbak! ^^

    ReplyDelete
  36. dakuh juga setuju, istilah penyakit bukan untuk becandaan.
    pakabar nin?

    ReplyDelete
  37. hai hai
    udh lama gk kesini...
    bnr bgt tuuh...jgn pernah pake istilah autis deh..jahat bgt lah org yg spt itu

    ReplyDelete
  38. MasaAllah mba....storynya bikin merinding.
    Bener memang, labelling sering kita gunakan lebih sebagai sarana bercanda dengan tidak tau maksud atau arti sebenernya...
    Stop making fun using the word of autism.....

    ReplyDelete
  39. yup, kadang orang bilang autis untuk lucu-lucuan. Dulu sih saya merasa lucu dan tidak terganggu, cuma setelah membaca salah satu artikel yang pernah ditulis oleh sang ibu dari seorang autis, kayanya agak mirip sama yang ini. Sekarang setiap orang yang lucu-lucuan pake kata autis jadi sebal dengernya. mereka tidak benar-benar mengetahui apa itu autis.

    ReplyDelete
  40. ternyata apa yang kadang kita ucapkan sebagai lelucon bisa begitu menyakitkan bagi orang lain. saya baru kebayang gmn susahnya ngurus anak yang autis n gmn perasaan orang tua'ya. postingan yang bagus sekali mbak. byk memberikan pelajaran..

    ReplyDelete
  41. Setuju mba ninneta, sama sekali ga lucu menjadikan autis bahan candaan. Untung aku ga pernah kaya gitu. Mudah2an yang lain jg ikut tergugah kalo baca ini :)

    ReplyDelete
  42. setuju mbak....padahal klo menurut yang aq baca...ada beberapa tipe anak autis yang mampu menerjemahkan bahasa program seperti delphi dan binary code dengan tanpa panduan.....mereka melihat isi dari kode tersebut seolah-olah seperti melihat huruf tokek.....yang tadinya berupa titik-titik....kemudian lama-lama kelihat angkanya....kira2 gambaranya begitu...dengan kata lain autis itu ndak sama dengan idiot atau kelainan mental sejenisnya....kadang autis itu istimewa dan ada juga kasus yang mengatakan autis itu juga indigo...tapi hanya beberapa kasus saja ga semua

    ReplyDelete
  43. makasih ya semua atas tanggapannya...

    oiya, ini memang terinspirasi dari salah satu email yang masuk ke inbox aku, kebeneran aku punya temen yang mengalami hal sama, yaudah aku beranikan dia untuk bercerita, walaupun aku nggak sebut nama dan nggak taro fotonya...

    ReplyDelete
  44. dengan semakin banyak blogger atau tweeter yang memposting tulisan seperti in, smoga bs saling mengingatkan ya....

    -jhanty

    ReplyDelete
  45. gw jd g make kata itu lg ah.
    kl tmen gw msh ada yg make, gw critain post ini.

    slam kenal

    ReplyDelete
  46. bener tuh..
    gw juga sering ill feel pas denger artis2 itu bercanda pake kata AUTIS..
    emang kenapa dengan orang autis?

    ReplyDelete
  47. Dr awal emg ga suka denger orang becanda pake kata2 autis, apalagi ikutan ngeledek dgn kata2 "autis"
    Dan tambah ngerti kenapa kita ga bs seenaknya pake kata "autis" buat becanda krn baca blog http://www.newsilly.com/2012/09/29/angels-without-wings/
    Dan tmbh yakin lg kl kita hrs respect dgn ibu2 tangguh seperti mereka.
    Nice Share, Netta!

    ReplyDelete

thanks for visiting me... and for replying mine... :)