Kalau Bukan Kita Siapa Lagi

15:11

Dari tadi blogwalking ke rumah temen-temen, banyak nemuin tulisan-tulisan keren soal bu Prita. Mulai dari yang dukung sampai yang merasa itu adalah sebuah eksploitasi media belaka...


Nggak masalah.... Perbedaan itu justru membuat segalanya jadi lebih menarik kan....

Yang membuat gue berdecak kagum adalah saat mas Rangga bilang bahwa :


"tapi coba kita renungkan sebentar, sedekat apa sih mereka dengan ibu prita, seberapa mengerti sih mereka terhadap kasus ibu prita, dan seberapa paham mereka dengan apa yang mereka kerjakan? dalam benak saya muncul pertanyaan, apakah orang disekeliling mereka tidak ada yang membutuhkan pertolongan, apa disekeliling mereka tidak ada orang yang kesusahan, apakah di sekeliling mereka tidak ada orang yang memiliki kasus seperti ibu prita??

pastilah di sekeliling mereka masih banyak orang kelaparan, pastilah di sekeliling mereka masih banyak orang tidak bisa sekolah, pastilah disekeliling mereka masih banyak orang yang gak punya uang buat berobat. TAPI KENAPA MEREKA RAMAI RAMAI MENGUMPULKAN KOIN BUAT IBU PRITA??? yang kenal aja enggak, pernah ketemu aja enggak. sementara disekeliling kita, bahkan sodara sodara kita, yang sangat jauh lebih dekat dengan kita masih banyak membutuhkan pertolongan......

kemana aja mereka?? kemana aja mereka saat ada orang2 di dekat mereka membutuhkan pertolongan... apa menurut mereka orang kelaparan gak penting, apa menurut mereka orang gak bisa sekolah gak penting, apa menurut mereka orang gak bisa berobat gak penting...?? lalu kanapa mereka baru beramai ramai menyumbang ketika ibu prita yang memerlukan pertolongan...."


Sangat jujur dan berani.... nggak semua loh Mas berani mengutarakan pendapat seberani ini.. Walaupun sudah pasti kontroversi akan timbul disana sini..... Tapi sungguh salut....




Walaupun sekarang RS OMNI udah resmi cabut tuntutannya, tapi izinkan gue mengutarakan sedikit isi hati gue......


Sejak dari SMA, gue udah aktif menjadi relawan-relawan untuk membantu sodara-sodara kita yang lagi kena bencana.... Setiap banjir 5 tahunan, Aceh, Situ Gintung, gempa Jogja, Lumpur Sidoarjo... Kadang sama nyokap, kadang sama sodara, kadang sama Om-om di Global Rescue atau Basarnas, makasih ya papa, aku dikenalin sama om om yang hebat hebat ini....








Sebelumnya gue mau cerita sedikit lagi tentang diri gue... Gue adalah seorang yang hidup dengan berbagai macam penyakit, mulai dari kanker sampai kelainan darah... kadang di malam-malam tertentu, gue harus menghabiskan malam di RS untuk sekedar di infus atau di apain lah gitu....

Waktu itu, gue sempet ditawarin untuk kerja bareng ICRC, tapi sudah barang tentu ditentang sama keluarga gue. Dengan alasan kesehatan gue. Dan sekarang ini, sejak punya tunangan, makin nggak boleh deh....

Selalu banyak pertanyaan... "Ngapain sih Net... udah penyakitan... dibayar nggak...kenal juga nggak..." Yang paling di tentang nyokap adalah waktu gue pergi ke Aceh, dan disana gue banyak menerima tuturan kata yang nggak enak, karena gue adalah relawan yang non muslim.... Nggak masuk akal... Menolong nggak terbatas agama, ras, suku atau apapun... Tapi gue mengerti, setelah apa yang mereka alami, mereka nggak perlu jadi masuk akal. Mereka baru kehilangan sanak saudara dan harta benda....


Sering banget berantem sama keluarga, karena pernyataan "kenal juga nggak..." Tapi buat gue, saat kita melihat seorang buta mau menyebrang jalan, apakah kita harus kenalan dulu baru kita bantu... Gue rasa nggak kan....

Nah itu lah yang gue lakuin... Selalu berusaha dimana kapan aja, kenal apa nggak, saat orang butuh bantuan, gue harus membantu selagi gue bisa.... Dengan badan gue yang ringkih ini, gue yakin bahwa gue pun masih bisa berguna bagi orang lain. Harus.

Dari situ juga gue belajar bahwa, saat gue mampu menolong orang lain yang gue nggak kenal dengan ikhlas, secara otomatis gue mampu menolong orang lain yang gue kenal dan sayang, lebih dari sekedar ikhlas...



Kembali ke soal Bu Prita.....




Sebagai seorang Sarjana Hukum (akhirnya....), gue mengerti banget bahwa bu Prita nggak boleh kalah.. Kalau sampai bu Prita kalah, maka akan bahaya bagi kita semua sebagai konsumen... Kebebasan kita untuk berpendapat, mengeluhkan layanan yang kurang baik terancam punah... Apalagi buat gue yang ga suka nyensor apa-apa.... Berarti blog blog kita bisa menjadi buah simalabeybebeh alias bumerang buat kita sendiri...



Kalau sampai RS OMNI menang, berarti kita bisa dituntut dengan alasan yang sama oleh produsen manapun.... Karena hakim bisa mengambil dasar yurisprudensi itu sebagai pertimbangan... Waaaaahhhh kesunat lagi dong hak bicara kita.....



Dan soal koin yang dikumpulkan.......





Menurut gue itu hanyalah sebuah simbol solidaritas. Pada demo peringatan tragedi semanggi tahun 2003 lalu, gue dan teman-temang dari kampus2 lain berjalan dari semanggi ke Kejaksaan Agung, disana kita lemparin kantor itu dengan uang receh. Uang receh adalah simbol rakyat kecil. "kalian mau makan uang kami? nih makan uang kami...." sambil ngelempar uang koin gituh....

Saat gue ikutan ngumpulin koin buat bu Prita, yang gue pikirin adalah, seandainya gue atau keluarga gue atau kenalan gue yang ada di posisi dia, tak berdaya melawan hukum yang jelas jelas berpihak pada yang besar, yang berduit, yang berkuasa, apa yang gue harapkan selain berdoa dan pertolongan Tuhan??? Gue akan buat semua orang di negara ini tau kasus gue, tau bahwa gue tidak bersalah sambil berharap mereka akan bergerak membantu gue....



Idealnya hukum kan nggak memihak... nggak berat sebelah.. adil... Tapi ayolah buka mata... Apa sudah bisa diharapkan hukum disini.... Apa kita bisa begitu aja dibantu saat ada masalah hukum, dengan cuma-cuma, sigap, adil, dan sebenar-benarnya.... sepertinya kita semua udah tau jawabannya....


Kalau Rakyat bersatu, siapa yang bisa mengalahkan....????
Kalau sesama Rakyat di tindas, siapa lagi yang bantu kalo bukan rakyat lain???
Sok Idealis? Mungkin.....

Tapi kalau bukan kita siapa lagi????


Salam Persatuan,



You Might Also Like

33 comments

  1. kadang, sesaat setelah melihat koin-koin itu,
    saya merasa ada yang aneh, tapi apa yah?
    mungkin sama spt kata mas rangga itu juga
    tp untuk sampai sekarang saya mendukung ibu prita
    nenek minah juga donk
    hehehe
    semoga cepet sembuh yah mbak, aku selalu berdoa

    ReplyDelete
  2. kalau bukan kita,
    ya kayaknya gak ada orang lain lagi..

    kali ini cuma bisa mampirt sebentar,
    salam :)

    ReplyDelete
  3. Tambah keren aja tulisanmu non,
    salut.....!

    ReplyDelete
  4. you're just some crazy little biatch who talks too much.. self centered and unbelievably stupid who talks bullshit....

    ReplyDelete
  5. renungan yang bener2 menggugah hati Nah kawan2...jangan hanya di renungkan tapi herus di tindak lanjuti nih...

    ReplyDelete
  6. wah sayah jadi maluh... kok tulisan sayah nongol disinih.. hihihih... tapi lepas dari semua masalah dan perdebatan, saya setuju dengan mbak... kalau bukan kita siapa lagi... saya baru tahu kalau tuntutan buat ibu prita telah dicabut. semoga dengan munculnya kasus ini orang lebih bisa berpikir panjang, baik untuk mengkritik maupun untuk menuntut... bagi yang mengkritik ya semoga mereka mengkritik sesuai fakta dan bukti yang mereka punya, gak usah ilebih2kan.. buat yang menuntut ya jangan hanya karen melihat sedikit celah lalu berusaha untuk memanfaatkannya...

    satu lagi untuk orang2 diluar permasalahan (apapun) jangan melihat dari satu sisi saja, terutama media masa, jika memberitakan sebuah masalah jangan hanya menambah keruh suasana....

    weh weh keliatannya udah kepanjangan yak koment sayah....

    intinya mari kita jadikan diri kita lebih baik... karena kemajuan bangsa berasal dari diri kita sendiri.....

    ReplyDelete
  7. mbak nin kereeennn banget deh..


    dan aku kemaren habis baca satu artikel yang kereen banget juga di kompasiana tentang tercemarnya hubungan dokter-pasien dengan masalah untung-laba. ditulis oleh seorang dokter lulusan UGM.

    aku kasih linknya ya mbak, ntar baca sendiri deh.. aku dapet ini gara2 jalan ke blognya mas lopis kalo gak salah. dia bikin puisi soal ini terus ada banyak link terkait


    coba yang ini http://kesehatan.kompasiana.com/2009/11/27/kasus-ibu-prita-mulyasari-dari-sisi-dokter-kalau-dokter-boleh-mengeluh/

    ReplyDelete
  8. setuju sekali dengan ungkapanmu diatas, mempunyai pemikiran dan kesadaran untuk saling membantu sesama harus selalu kita utamakan dalam hidup ini. Hikmah dari kasus Ibu Prita minimal bisa membukakan pintu hati kita semua. Btw salut dengan semangatmu Sist :)semoga sehat selalu ya.. amin :)

    ReplyDelete
  9. dalem bgt! Tajam & terpercaya. Nais post :)
    Bener juga ya... pengaruh media bikin kita lbh berempati pd org yg ga dikenal... *tengok kiri kanan apakah ada org di sekeliling yg butuh bantuan*

    ReplyDelete
  10. yah, bener Nin, siapa yang mau bantu kalo kita juga nggak turun tangan? lagian emang kalo mau nolong iklas nggak perlu lah kenal dulu. buat apa? saya malah mikir, kalo dia kenal dengan kita, lalu dia berpikir untuk membalas budi pada kita, bukannya pertolongan yg kita kasih jadi terasa nggak iklas....

    ReplyDelete
  11. @ Yanuar, makasih ya.. tapi tulisan mas Rangga tuh bener banget.. Biar jadi tamparan buat norang Indonesia yang suka ikut2an..

    @ Rakun, nanti main2 lagi ya yang lama...

    @ Gek, aku kan baca sambil belajar dari tulisan2 temen2, termasuk tulisanmu dear...

    @ Anonymous, thanks and God Bless Your Soul

    @Will, ayo teruskan perjuangan.. :)

    @ Rangga, jangan marah ya aku taro tulisannya disini... sangat bagus buat temen2 aku yang suka ikut2an tapi nggak tau misinya apa... yang pada nggak bisa berdiri untuk pendapatnya sendiri... ga kayak mas Rangga... biar beda tapi tetep bicara..

    @ Anin, makasih anin... Iya ntar aku cek ya

    @ Aulawi, makasih ya... :)

    @ Clara, Betul sayang... makanya musti ditolongin semua orang, ga pilih pilih, ga liat liat... hehehehe

    @all, makasih ya...

    ReplyDelete
  12. wah,aq telat nih...
    :(
    tp gak apa2 kan buuu? -nekad-
    aq jd ingin lebih mengenal dirimu...

    ReplyDelete
  13. yap... betul banget.... jangan sampai kebebasan kita untuk berpendapat dan mengeluarkan argumen terkekang,, apalagi lewat dunia maya... apa sih uu ite itu??? ahh, bikin susah aja deh menurutku.......

    ReplyDelete
  14. waaahhh..susah neh cari orang kayak Neta...tetep semangat yah n sehat2 selalu...

    ReplyDelete
  15. Hmmm postingan yang berani, tanpa sensor, dan lugas, siip Sis, yang beginian neh yang Shin-kun seneng. Iya bener pendapat Anda, seandainya Bu Prita kalah, maka akan tersunat lagilah hak bicara kita. Shin-kun aja jadi takut sebut nama gara2 kasus ituh, hihihi...

    Salam kenal Sis, keep blogging, postinganmu keren2 :)

    ReplyDelete
  16. Iya. Koin hanyalah simbol.
    Yang dicabut hanya perdata kan Net? Yang pidana masih berjalan. Saya prihatin sama Ibu Prita. Tapi saya juga tidak menyalahkan langkah hukum yang diambil RS. OMNI. Siapa pun yang merasa terusik berhak membawa persoalannya ke ranah hukum. Apalagi ini perkara dunia maya. Kalau di dunia nyata, sekali orang berkata, mungkin besok hanya 1-2 orang saja yang mengingat. Sementara di dunia maya, terlepas isinya benar atau salah, tulisan seseorang bisa tersebar ke seluruh dunia, dan bisa bertahan sampai kiamat.

    ReplyDelete
  17. aku sama sekali buta soal hukum..dan pas baca pendapat mbak ttg yurisprudensi..duuuh..jadi takut!
    bener kata mbak..KITA GAK BOLEH KALAH
    anyways..this post is my favorite! =P

    ReplyDelete
  18. ya... ngomongin Bu Prita emang gak ada habisnya. karena kasus Bu Prita ini bisa saja menimpa kita sesama blogger yang sudah menjadikan dunia maya sebagai ajang eksistensi.
    aku juga setuju kalo sebaiknya Bu Prita jangan sampe kalah melawan RS OMNI. tapi aku juga pikir gini, kalo bu Prita banding sampe ke MA atau bahkan PK gitu, akan banyak menghabiskan waktu dan tenaga. meskipun rakyat Indonesia dengan siap siaga berada di belakang Bu Prita, tapi Bu Prita capek juga dong...
    waktu yang berharga ... yang seharusnya bisa dihabiskan dengan bermain bersama kedua balitanya, mengamati perkembangan mereka, harus dikorbankan untuk menjalani sidang-sidang yang menguras energi dan pikiran.

    well... semoga Bu Prita diberi kekuatan extra oleh Tuhan. karena dia tuh simbol perjuangan konsumen. dia tuh pioner...dia tuh kelinci percobaan dampak UU ITE.

    ReplyDelete
  19. Moga2 kasus bu Prita bisa jd pelajaran bagi kita semua spy ga terulang lagi. Salam kenal ya!

    ReplyDelete
  20. semoga keadilan di negeri ini bisa terwujud, masak sih kita gak boleh komplain soal pelayanan suatu usaha??

    soal koinnya sih ,setuju banget itu cuma soal solidaritas aja:)

    ReplyDelete
  21. SH juga toh. sama dong.aku juga baca postingannya rangga. tapi aku lihatnya dari sisi yg kamu sebut solidaritas. jadi jgn dilihat dari kenal apa enggak. kalo kita hya mo nolong org yg kita kenal, itu sama aja bodong. pdahal, semua manusia itu sama. yg butuh ditolong ya ditolong, gakpeduli kenal apa enggak.
    dg kata lain kalo mo nolong, ya nyebur sekalian, gitu lho.

    salut ama kamu, Nin. mau menolong sesama meski mendapat tentangan darikeluarga. meski badan sedang sakit. semangat yg patut ditiru

    ReplyDelete
  22. mungkin gw sangat tidak peka kali yah sama yang kaya ginian... semoga gw dijauhkan dari masalah-masalah seperti ini... *amiin*

    ReplyDelete
  23. sebelumnya, makasih banget dah pernah mau ke aceh bwt bantu kami di sana waktu tsunami [dhe salah satu korban tsunami aceh-tp daku ga membeda2kan agama lo:D].

    selanjutnya.. dhe stuju, klo bukan qt sapa lg?? ya! klo bukan rakyat yang bersatu, musuh ntu ga bs dikalahkan, ibaratnya sapu lidi, mana bs ntu sapu klo cm satu lidi bersihin sampah2? cb klo bersatu, kecoak2 kabur disapu.. ya ga??

    ReplyDelete
  24. mba ninnn
    *hugs*
    kamu perempuan hebat,
    aku suka banget sama karaktermu mba...
    kenapa harus kenal br bantuin, kenapa harus seiman...
    agama itu cuma buatan manusia, bukan buatan Tuhan, ga seharusnya jadi batu sandungan buat kita mengulurkan tangan yah mba...

    anw mba nin,
    this is one inspiring post..., thanks for sharing your point... :)

    ReplyDelete
  25. Terus terang aja aku yang melo ini merinding baca postinganmu....dirimu pejuang sejati deh...tetap semangat ya walau sakit tetap bantu yang lain karena setiap uluran tanganmu buat bantu yang lain mudah2an adalah obat untuk penyakitmu...mudah2an juga perjuangan bu prita juga membuahkan hasil buat semua konsumen dan para bloger. Lagi coba follow blognya nih....thanks ya udah jadi temenku

    ReplyDelete
  26. inspiring mbak. bener, kalau mau nolong orang emang nggak penting juga sih ya, harus kenalan dulu. yang penting adalah bahwa kita benar-benar tahu dia berhak kita tolong.

    ReplyDelete
  27. Wah keren, sudut pandang berbeda. Salam kenal.
    ALRIS

    ReplyDelete
  28. Betul mba. Kalo nolong orang ga perlu memandang suku, ras, agama.
    Aku salut sama mba ninneta yg masih semangat negbantu walopun sakit.

    ReplyDelete
  29. Kalo buatku si bukan bantuan terhadap bu prita intinya, tetapi bukti perlawan orang lemah melawan hukum yang semena-mena...

    ReplyDelete
  30. mba..rally really great post bgt yang satu ini.

    dari semua post..aku paling suka posting yg ini.

    mba ngeliat masalah bu prita dari berbagai aspek..

    dan alhamdulillah bgt ya akhirnya omni malu juga ngeliat duit yg dikumpulin ma kalangan bawah..and last..merekapun cabut gugatannya..^_^

    good posting sx lagi mba..aku jadi ngerti hukum dikit..

    ReplyDelete
  31. salam sejahtera
    terima kasih telah berkunjung ke rumahku
    tulisan anda bagus dan menambah ilmu saya
    saya tunggu tulisan berikutnya
    salam sejahtera

    ReplyDelete
  32. hai salam kenal, betul sekali bu..koin itu saya ibaratkan seperti protes itu sendiri..analogi koin buat orang bule adalah penghinaan...RS Omni dengan caranya menuntut dan bukan melakukan mediasi/hak jawab sudah merendahkan harga dirinya sendiri...koin cocok untuk mental2 seperti ini...terus berjuang bu prita dan untuk teman blogger jgn takut maju terus karena kalo bukan kita ..siapa lagi...??? salam

    ReplyDelete
  33. @all, makasih ya atas responnya yang baik.... aku yakin hati nurani kita nggak akan pernah bohong soal mana yang benar mana ayang salah....

    ReplyDelete

thanks for visiting me... and for replying mine... :)